All Artists
Go Ahead Challenge Collaboration
Dylan Amirio (Logic Lost)

Berbekal kecintaannya terhadap genre musik elektronik dan juga komik manga, Dylan Amirio berhasil mengolah berbagai referensi yang ia miliki dan menjadikannya sebuah moniker eksperimental bernama Logic Lost. Di tahun 2015, EP pertamanya berjudul Apologies berhasil dirilis oleh label asal Amerika: Zenapolae. 

Eksplorasi dan karakter Logic Lost yang begitu playful dalam memasukkan banyak elemen serta tekstur bebunyian elektronik mendaratkannya pada berbagai rilisan seperti Runaway LP (Orange Cliff Records, 2015), Split EP with Reuben Ingall (Tandem Tapes, 2016) dan juga Forgive Yourself LP diantaranya. Hal ini secara bertahap menunjukkan pendewasaan serta kapasitas seorang Dylan Amirio untuk selalu menjajaki teritori baru tanpa menghilangkan karakter utamanya. 

toRa

Perkenalan toRa sedari dini dengan lingkungan Bengkel Teater Renda acapkali memberikannya sebuah gambaran akan kehidupan panggung teater & kesenian yang mengakar pada realitas masyarakat serta kritik sosial. Jakarta dengan berbagai lapisan realitanya adalah inspirasi bagi sosok toRa untuk menorehkan rima demi rima yang membentuk sebuah "urban poetry".

Terinspirasi oleh figur-figur rapper seperti Common, Lupe Fiasco & Tupac diantaranya, toRa mengawali karir bermusiknya dengan bergabung dalam berbagai band lewat komunitas J-Music Indonesia. Di tahun 2016 ia memutuskan untuk meniti karir sebagai solo rap artist dengan mixtape perdananya berjudul Perempuan yang kemudian dilanjutkan dengan rilisan double single komersil Kalamalam di tahun ini. 
Schedule
08 Sep 2018
Days 1
Stage A
Cookies
This site uses Cookies.
We do this to remember your preferences and compile analytics of visit. By using our site, you agree to our use of all cookies. Read More
Close
Merokok Membunuhmu